You need to enable javaScript to run this app.

Berapa Lama Orang Indonesia Berinternet?

Berapa Lama Orang Indonesia Berinternet?

SDIT-TIRTABUARAN, JAKARTA–Pandemi Covid-19 telah menyebabkan adopsi internet di Indonesia meningkat tajam. Menurut laporan APJII dan We Are Social pada tahun 2021, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 200 juta penduduk.

Direktur Pemberdayaan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebutkan bahwa rata-rata setiap pengguna mengakses internet selama 8 jam 36 menit dalam sehari.

“Ini artinya 37,5 persen dari 24 jam sehari digunakan untuk berinternet,” ujar Bonifasius dalam webinar peluncuran program Asah Digital 2.0, Rabu (25/5/2022), seperti dilansir Kompas.com.

Sayangnya, peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia belum setara dengan literasi digital yang memadai, terutama terkait menjaga privasi dan keamanan berinternet.

Abai keamanan data pribadi

Menurut riset dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) bekerja sama dengan Katadata Insight Center di tahun 2021, sebanyak 94 persen masyarakat Indonesia tidak peduli keamanan data pribadinya, dan belum sepenuhnya selektif dalam mengatur akses aplikasi yang memungkinkan pencurian data.

Padahal, Bonifasius menerangkan bahwa kecakapan digital adalah kunci pemanfaatan ruang digital yang produktif. “Oleh karena itu, pergunakan fasilitas pendidikan literasi digital oleh Meta dan YCAB Foundation seperti Asah Digital ini, untuk terus mempersiapkan diri, menjadi bangsa yang siap dan memimpin di era disrupsi teknologi ini,” tuturnya.

Sebagai salah satu upaya memecahkan persoalan ini, itulah mengapa Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) bersama Meta didukung Kominfo dan Do Something Indonesia (DSI) meluncurkan program Asah Digital 2.0.

Program ini memberikan pelatihan untuk membekali guru, orang tua, dan remaja dengan keterampilan keamanan data, berpikir kritis, empati, dan bagaimana memanfaatkan internet secara bijak saat bermedia sosial.

Selama 5 tahun berjalan, Think Before You Share dan Asah Digital berhasil menjangkau lebih dari 56.000 penerima manfaat pada 15 provinsi di Indonesia. Selain itu, melalui kampanye daring bersama DSI, lebih dari 180 juta masyarakat dijangkau secara digital, serta terdapat lebih dari 6.000 unggahan media sosial dilakukan untuk merespon kampanye yang dilakukan.

Sejalan dengan semangat program pendahulunya, Asah Digital 2.0 mengadopsi teknologi digital berupa gamifikasi melalui teknologi Messenger, bernama Messenger Bot Amanda. Pelatihan literasi digital yang menjangkau banyak kalangan Messenger Bot Amanda menjadi yang pertama di Asia Pasifik dalam memanfaatkan Messenger dan Chatbot sebagai sarana pelatihan sehingga bisa dengan mudah diakses oleh peserta kapan saja dan di mana saja dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

CEO & Founder YCAB Foundation, Veronica Colondam menyampaikan bahwa ada yang istimewa dari pelatihan tahun ini. “Kami mengadopsi metode gamifikasi yang memanfaatkan fitur Messenger, yakni Messenger Bot Amanda. Kami berharap dengan adanya Messenger Bot Amanda, bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia, khususnya para guru dan pelajar di sekolah,” tutur Veronica.

Sejalan dengan itu, Manajer Program Kebijakan Meta di Indonesia, Dessy Sukendar menambahkan bahwa Messenger Bot Amanda berisi modul-modul pembelajaran Asah Digital yang disampaikan secara inovatif dan interaktif.

“Harapannya dapat digunakan oleh tidak hanya guru dan pelajar, namun masyarakat di seluruh penjuru Indonesia dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang literasi digital khususnya terkait misinformasi, privasi, dan keamanan digital. Hal ini sejalan dengan pilar literasi digital yang diusung oleh Kominfo diantaranya digital skill dan digital safety,” ujarnya.

Lebih jauh, YCAB Foundation dan Meta juga menggandeng komunitas Do Something Indonesia (DSI) pada program Asah Digital 2.0 yang berdampak pada lebih dari 100 juta pengguna media sosial di Indonesia. Webinar Asah Digital dan peluncuran Messenger Bot Amanda diharapkan dapat menjadi katalisator untuk membangun masyarakat digital yang memiliki budaya positif, bijak, dan aman berinternet. (ran)

Editor: Hay Izoruhai

Sumber: Kompas.com

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Hj. Eva Mulusia, S. Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaratuh Bissmillahirrahmanirrahiim Welcome to SDIT Tirta Buaran… Selamat datang di dunia pendidikan SDIT Tirta Buaran. Kami merasa...

Berlangganan
Banner